Merkuri adalah salah satu logam berat paling beracun di dunia. Limbah merkuri dari aktivitas industri dan penambangan ilegal sering berakhir di perairan. Di dalam air, merkuri diubah menjadi metilmerkuri, bentuk yang sangat beracun. Metilmerkuri inilah yang kemudian memasuki rantai makanan tercemar dan menjadi ancaman serius bagi manusia.
Prosesnya dimulai ketika plankton dan alga menyerap metilmerkuri. Organisme kecil ini kemudian dimakan oleh ikan-ikan kecil. Metilmerkuri tidak dapat diurai, sehingga menumpuk di dalam tubuh ikan tersebut. Proses ini disebut bioakumulasi, tahap awal dari rantai makanan tercemar.
Ikan-ikan yang lebih besar memakan ikan-ikan kecil yang terkontaminasi. Metilmerkuri dalam tubuh ikan kecil berpindah dan menumpuk pada ikan yang lebih besar. Konsentrasi merkuri semakin tinggi pada setiap tingkatan trofik. Proses ini, biomagnifikasi, adalah alasan mengapa ikan predator berada di puncak rantai makanan tercemar.
Ketika manusia mengonsumsi ikan yang berada di puncak rantai makanan, merkuri dalam tubuh ikan berpindah ke tubuh manusia. Ikan seperti tuna, swordfish, dan hiu memiliki kadar merkuri yang sangat tinggi. Konsumsi rutin ikan-ikan ini bisa menyebabkan penumpukan merkuri dalam tubuh kita.
Paparan merkuri, bahkan dalam jumlah kecil, dapat menyebabkan kerusakan serius pada sistem saraf. Gejala awal bisa berupa mati rasa, kesemutan, dan gangguan koordinasi. Pada dosis yang lebih tinggi, merkuri dapat menyebabkan gangguan penglihatan, pendengaran, dan bahkan kematian. Ini adalah bahaya nyata dari rantai makanan tercemar.
Merkuri juga sangat berbahaya bagi ibu hamil. Metilmerkuri dapat menembus plasenta. Zat ini bisa merusak perkembangan otak dan sistem saraf janin. Bayi yang terpapar merkuri sejak dalam kandungan bisa mengalami kelainan bawaan. Merkuri juga bisa memengaruhi perkembangan motorik dan kognitif anak.
Selain melalui ikan, paparan merkuri juga bisa terjadi melalui air minum yang tercemar. Sumber air yang terkontaminasi oleh limbah industri bisa menjadi jalur lain. Oleh karena itu, penting untuk memastikan sumber air yang digunakan bersih dan aman dari paparan logam berat.