Program peningkatan sanitasi di SMP Cilegon ini mencakup pembenahan menyeluruh terhadap infrastruktur dasar, seperti penyediaan akses air bersih yang kontinu dan renovasi sistem drainase di area kantin serta toilet siswa. Tim HAKLI memberikan masukan teknis mengenai desain sanitasi yang ideal, termasuk pemilihan material yang mudah dibersihkan dan tahan lama. Inovasi yang diterapkan meliputi pemasangan sensor pada kran air untuk efisiensi penggunaan air serta penyediaan fasilitas cuci tangan dengan sabun cair di setiap sudut strategis sekolah yang mudah diakses oleh siswa kapan saja.
Menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal memerlukan perhatian khusus pada aspek kebersihan dan kesehatan lingkungan. Di SMP Cilegon, upaya untuk mewujudkan standar sanitasi yang lebih baik kini menjadi prioritas utama. Melalui kolaborasi strategis dengan Tim HAKLI, pihak sekolah berhasil mengimplementasikan berbagai inovasi kesehatan yang bertujuan untuk mengubah wajah sanitasi sekolah. Langkah ini merupakan komitmen jangka panjang untuk menjamin bahwa seluruh warga sekolah, terutama siswa, dapat belajar dengan nyaman tanpa khawatir terhadap risiko kesehatan akibat sanitasi yang tidak memadai.
Lebih dari sekadar renovasi fisik, Tim HAKLI juga menekankan pada aspek edukasi dan perilaku. Mereka membantu sekolah menyusun program “Duta Sanitasi” di kalangan siswa, di mana para siswa terpilih diberikan tanggung jawab untuk memantau kebersihan fasilitas secara berkala. Inovasi ini sangat efektif karena menciptakan rasa tanggung jawab internal di antara siswa untuk saling menjaga kebersihan. Ketika siswa merasa memiliki fasilitas tersebut, mereka cenderung lebih berhati-hati dalam menggunakan dan menjaga keutuhan serta kebersihan fasilitas sekolah, sehingga umur pakai sarana prasarana pun menjadi jauh lebih lama.
Selain itu, sekolah dan Tim HAKLI mengembangkan sistem monitoring sanitasi berbasis digital yang sederhana. Melalui sistem ini, petugas kebersihan atau siswa dapat melaporkan secara real-time jika ada fasilitas yang rusak, kran bocor, atau sabun cuci tangan yang habis. Inovasi ini sangat membantu dalam mempercepat respons pemeliharaan, sehingga tidak ada fasilitas yang terbengkalai. Pendekatan berbasis teknologi ini menunjukkan bahwa SMP Cilegon mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman untuk mengatasi persoalan klasik seperti sanitasi sekolah yang buruk.