Sebagai salah satu kota industri terbesar di Indonesia, Cilegon menghadapi tantangan lingkungan yang cukup kompleks terkait dampak aktivitas manufaktur terhadap pemukiman di sekitarnya. Salah satu isu yang paling sensitif bagi masyarakat adalah ketersediaan dan keamanan sumber air bersih. Tim Hakli Cilegon Teliti Kualitas Air Sumur milik warga yang bermukim di sekitar zona industri guna memberikan gambaran akurat mengenai kondisi lingkungan saat ini. Penelitian ini sangat mendesak dilakukan karena air sumur merupakan sumber utama kebutuhan harian bagi ribuan rumah tangga, dan adanya dugaan rembesan polutan kimia dari aktivitas industri dapat memberikan dampak serius bagi kesehatan masyarakat dalam jangka panjang.
Fokus utama dari riset ini adalah memantau kondisi lingkungan Di Dekat Kawasan Industri Baja yang dikenal dengan intensitas produksinya yang tinggi. Para ahli kesehatan lingkungan mengambil sampel air dari berbagai titik untuk diuji secara laboratorium guna mengetahui kandungan logam berat seperti besi (Fe), mangan (Mn), serta kemungkinan adanya kandungan kromium dan merkuri. Aktivitas peleburan logam dan pengelolaan limbah industri jika tidak diawasi dengan ketat memiliki risiko mencemari air tanah melalui proses pelindian. Hakli berperan sebagai pihak independen yang menyediakan data saintifik untuk memastikan apakah parameter kimia dan fisika air sumur masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan oleh peraturan menteri kesehatan.
Selain parameter kimia, penelitian ini juga mencakup analisis terhadap Kualitas Air Sumur secara mikrobiologi. Kepadatan pemukiman di sekitar industri seringkali berbanding lurus dengan tingginya risiko pencemaran limbah domestik ke dalam sumur gali yang tidak memenuhi standar konstruksi. Hasil penelitian ini nantinya akan menjadi dasar rekomendasi bagi pemerintah daerah dan pihak korporasi untuk meningkatkan sistem pengelolaan limbah serta penyediaan akses air bersih melalui jaringan pipa (PDAM) bagi warga yang terdampak. Masyarakat perlu mendapatkan kepastian bahwa air yang mereka gunakan untuk memasak dan mandi tidak mengandung zat karsinogenik yang dapat memicu penyakit kronis di masa depan.
Upaya mitigasi polusi di wilayah Cilegon ini merupakan bagian dari komitmen untuk mewujudkan industri hijau yang harmonis dengan lingkungan sosial. Hakli mendorong perusahaan-perusahaan besar untuk terus memperbaiki sistem drainase dan pengolahan air limbah (IPAL) mereka agar tidak ada polutan yang mencemari akuifer air tanah. Di sisi lain, warga juga diberikan edukasi mengenai pentingnya membuat sumur dengan kedalaman yang cukup dan letak yang aman dari sumber kontaminan. Pengawasan yang berkelanjutan adalah satu-satunya cara untuk menjamin keselamatan lingkungan hidup di kota industri yang padat seperti Cilegon, sehingga kemajuan ekonomi tidak mengorbankan kualitas kesehatan masyarakat bawah.