Kawasan industri manufaktur dan kimia memerlukan pengawasan ketat terhadap penggunaan serta penyimpanan bahan berbahaya dan beracun (B3). Di samping pengukuran decibel kebisingan pabrik sesuai nab, pengendalian bahaya kimia merupakan prioritas keselamatan kerja. Tim HAKLI Cilegon melaksanakan audit pelabelan MSDS (Material Safety Data Sheet) serta ketersediaan dokumen keselamatan di seluruh area pabrik.
Material Safety Data Sheet atau Lembar Data Keselamatan Bahan merupakan dokumen krusial yang memuat informasi sifat kimia, risiko bahaya, penanganan darurat, serta Alat Pelindung Diri (APD) yang wajib digunakan. Auditor HAKLI memeriksa apakah seluruh wadah bahan kimia berbahaya di tempat kerja telah terpasang label simbol bahaya yang jelas dan mudah dibaca oleh pekerja. Pelabelan yang tidak akurat dapat memicu kecelakaan kerja yang fatal.
Audit juga menilai kemudahan akses para pekerja terhadap dokumen MSDS di lokasi kerja masing-masing. Dokumen MSDS harus tersedia dalam bahasa Indonesia yang mudah dipahami dan diletakkan dekat dengan area penyimpanan atau penggunaan bahan kimia tersebut. Pemahaman pekerja mengenai cara membaca petunjuk pertolongan pertama pada MSDS diuji secara acak di lapangan.
Tim sanitarian industri juga mengevaluasi kesiapan fasilitas penanganan tumpahan kimia (spill kit), eyewash emergency, serta kelengkapan APD yang sesuai dengan rekomendasi MSDS. Manajemen perusahaan diarahkan untuk memberikan pelatihan berkala kepada karyawan mengenai tanggap darurat bahaya kimia secara berkesinambungan. Pencegahan paparan kimia beracun menjadi target utama kegiatan audit ini.
Hasil audit memberikan pemetaan tingkat kepatuhan industri terhadap regulasi kesehatan lingkungan kerja yang berlaku. Perusahaan yang belum memenuhi standar diwajibkan melakukan tindakan korektif dalam jangka waktu tertentu guna menghindari risiko penutupan operasional. Keselamatan tenaga kerja menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar.
Audit pelabelan dan dokumen MSDS oleh HAKLI Cilegon memverifikasi pentingnya penerapan ilmu kesehatan lingkungan kerja di kawasan industri. Pengawasan ketat meminimalisir risiko kecelakaan industri dan penyakit akibat kerja berbahaya.